Iya, aku tau ini bukan hal mudah untuk
di terima. Bahkan untuk berlapang dada saja rasanya susah, berat. Gagalnya
sehari tapi kecewa dan penyesalannya sampai-sampai buat kamu mati?! Ayolah,
bergerak dan berlari lagi. Mentari masih menyinari kamu bukan? Bahkan silau dan
panasnya bisa membuat kamu bersemangat seperti keadaanmu semula. Hapus segala
pikiran negatif yang selama ini mengendap di otakmu bahwa “Tuhan itu tidak
adil” “Aku memang tidak berguna, selalu kalah dan selalu gagal dari mereka”.
Hei, itu hanya gejolak emosimu yang menutup segala sisi positif dari suatu kegagalan.
Allah tau kok segala harapan kamu, aku, mereka. Tapi, mungkin ini belum saatnya
untuk mendapatkan apa yang kamu harapkan selama ini, be patient, positif
thinking dan tersenyumlah atas kejadian demi kejadian. Tenang, seperti kata
pepatah “masih ada jalan menuju roma”. Allah ngasih kegagalan buat kamu bukan
karena Dia gak sayang sama kamu. Mungkin, Allah pengen ngeliat kamu lebih
berusaha lagi dari sebelumnya yang mungkin kurang maksimal. Dan yang perlu kamu
ingat, pas kamu lagi berusaha jangan terlalu menyombongkan dan angkuh belum
tentu berusahanya kamu itu nantinya berbuah manis. Inget yah yang ini perlu di
catet. Nah, gimana? Sekarang mau uring-uringan lagi?
Aku tau kok gimana rasanya jadi orang
gagal, gagal dan gagal. Tapi aku bangga kok, dari kegagalan itu aku dapat
hikmahnya, bahkan banyak sekali :). Memang awalnya ngerasa suka kecewa tapi
lambat laun jadi suka mikir dan flashback lagi “Mungkin emang akunya aja yang
kurang maksimal, entah itu dari sisi mananya biar Allah saja yang mengetahuinya”.
Bangkitlah dari kubur kawan #ya elah malah dari kubur#. Kita sama-sama sedang
berjuang bukan? Berjuang untuk diri kita, orangtua, bangsa dan negara. Bukankah
dari rasa perih suatu saat akan berbuah manis? Berakit-rakit ke hulu
berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu baru kemudian bersenang-senang.
Itulah sepenggal lirik lagu Rhoma Irama yang emang bener harus susah dulu, gak
ada yang instan buat mencapai puncak. Entar kalau kamu mencapai puncak dengan
cara instan, jatuhnya pasti instan juga, enggak berangsur-angsur. Mulai
sekarang tekadkan, bulatkan dan niatkan. Kita ulang dari awal lagi. Anggap saja
kita ini sedang bermain game. Kadang menang kadang kalah, kalau kalah jangan
langsung putus asa. Coba terusssss, suatu saat juga kamu bakalan jadi The
Winner, believe!
Ok
kawan, senyum dong jangan cemberut lagi, nanti cantik sama gantengnya malah di
gondol kucing. Kucingnya jadi cantik dan ganteng kitanya malah jadi jelek haha
:p
Udah
yah lupain yang udah-udah. Itu cuman bikin sakiiiiiiiiiiit men ah.
Lo
tau kan gimana sakitnya di duain?
#Gue
gak tau, coba lu tanyain sama pohon jengkol di depan rumah lo.
*Ini
malah ngomongin apa sih, soal perasaan malah di bawa-bawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar