Oh tentu saja bukan. Kita sekarang
adalah bagian dari masyarakat yang harus ikut berpartisipasi membangun
lingkungan dan negara (kalau udah bawa-bawa nama negara berat kali ya hehe).
Duh, kalau di pikir-pikir emang bingung sih kalau udah keluar kayak gini.
Apalagi kebanyakan libur, gak ada kerjaan di rumah juga. Selain tidur, makan,
online, nonton tv, dll. Itu sih rutinitas yang mebuat jenuh tiap hari. Nungguin
perpisahan kan masih lama, tanggal 14 Juni nanti. Lalu ngisi hari-harinya
gitu-gitu aja?
Iya
emang gitu-gitu aja. Ini masa-masa paling sulit dan bikin mood naik turun. Mau
main aja sama siapa? Temen-temennya juga udah pada sibuk sendiri-sendiri. Buat
ketemu aja sekarang susah. Biasanya kalau masih sekolah tiap hari suka ada aja
yang bikin ketawa, kumpul-kumpul di depan kelas sambil gaje-gajean gitu. Atau
malah jajan di kantin sambil malakin uang, minta di jajanin sama temen wkwk
(jangan di tiru). Atau malah juga ngerjain tugas bareng-bareng di kelas, karena
di marahin guru. Tapi, itu moment yang paling di kangenin saat seperti ini.
Sekarang mah mana bisa! Hanya tinggal kenangan! Hanya bisa di visualisasikan
melalui pikiran dan enggak bisa di sentuh atau masuk ke moment itu lagi,
sungguh menyedihkan. Masa-masa putih abu itu emang nyenengin bangetlah. Mulai
dari kisah percintaan, persahabatan, penghianatan, semangat dll lengkap
semuanya disana.
Andai aku bisa mengulang itu semua.
Mungkin, saat aku terdiam seperti saat ini yang hanya bisa memandangi monitor
laptop dan terus menulis cerita ini dan berharap moment itu sekarang terjadi
lagi di hadapanku. Aku akan buat kalian tertawa lepas lagi dengan berbagai
canda. Tapi aku tak bisa. Mesin waktu saja tak dapat menembus dengan berbagai
kejadian yang telah kita lalui bersama. Sempat sedih, tapi mau bagaimana lagi?!
Kenapa setiap pertemuan selalu ada perpisahan? Kenapa?
Bukankah
perpisahan itu terlalu menyakitkan bagi mereka yang tau kebersamaan itu indah,
kebersamaan itu menghangatkan, kebersamaan itu kekeluargaan, kebersamaan itu
anugerah Tuhan. Kenapa pertemuan itu tak bisa selamanya. Kenapa?
Aku
tak tau, mengapa sesedih ini saat berpisah. Apa karena terlalu mencintai
persahabatan? Mungkin iya. Ya Tuhan, aku harap ini tak akan berlarut-larut
sampai nanti. Bukankah ini awal menuju masa depan? Masa depan yang penuh
tantangan. Nanti suatu saat kita akan bertemu lagi yah teman-temanku. Aku sayang
kalian, kalian sudah ku anggap bagian dari keluargaku. Terimakasih untuk hari
kemarin telah memberikan aku semangat tentang persahabatan dan kebersamaan,
telah memberikan aku arti senyum dan tawa, telah membantu aku melewati berbagai
rintangan yang sering kali datang tanpa di undang. Terimakasih juga hari
kemarin telah membasuh segala kesedihan dan air mataku. Aku tak akan melupakan
kalian teman-teman seperjuanganku. Terus berjalanlah dan berjuanglah untuk
hidupmu sendiri, dan gapailah segala cita-cita dan harapanmu. Kelak suatu saat
perjunganmu akan membuahkan hasil untuk dirimu dan untuk orang lain terutama
kelurgamu. Sampai jumpa lagi di negeri yang bernama Masa Depan. Aku akan
menunggu disana :))



