Bagaimanapun, kau harus tetap berjalan menuju temaram. Katanya kau paling bahagia saat senja?
Kau tau tidak? Senja itu memberikan pergantian dari cerah menjadi gelap. Walau gelap, tapi memberikan arti tersendiri bagi mereka yang tau dan mengerti arti gelap itu sebenarnya apa. Kau harus banyak belajar dari sana. Belajar menelusuri lorong gelap sampai kau menemui titik terang yang paling benderang. Bintang saja perlu gelap saat dia ingin tunjukan sinarnya. Bukankah begitu? Tidak terlalu buruk bukan? Jangan sampai kau patah arang ketika di tengah lorong itu. Tenang, kau tak perlu takut. Di lorong itu juga akan kau jumpai orang-orang yang sama sepertimu. Bahkan ada yang sambil merangkak jatuh bangun menopang tubuhnya sendiri. Bukan kau saja yang paling meringis ketika pedang itu melukai satu sisi yang mereka bilang bernama hati. Jadi, mau sampai kapan kau melukai dirimu sendiri? Sampai dirimu hancur? Atau sampai kau hilang tak berbekas? Hah itu hal bodoh, bodoh sekali dalam mengambil tindakan. Bukannya luka itu malah menggerogotimu seenaknya, tapi kau harus sesekali melawannya bahkan bila perlu kau membunuhnya dengan tega.
Kau tau tidak? Senja itu memberikan pergantian dari cerah menjadi gelap. Walau gelap, tapi memberikan arti tersendiri bagi mereka yang tau dan mengerti arti gelap itu sebenarnya apa. Kau harus banyak belajar dari sana. Belajar menelusuri lorong gelap sampai kau menemui titik terang yang paling benderang. Bintang saja perlu gelap saat dia ingin tunjukan sinarnya. Bukankah begitu? Tidak terlalu buruk bukan? Jangan sampai kau patah arang ketika di tengah lorong itu. Tenang, kau tak perlu takut. Di lorong itu juga akan kau jumpai orang-orang yang sama sepertimu. Bahkan ada yang sambil merangkak jatuh bangun menopang tubuhnya sendiri. Bukan kau saja yang paling meringis ketika pedang itu melukai satu sisi yang mereka bilang bernama hati. Jadi, mau sampai kapan kau melukai dirimu sendiri? Sampai dirimu hancur? Atau sampai kau hilang tak berbekas? Hah itu hal bodoh, bodoh sekali dalam mengambil tindakan. Bukannya luka itu malah menggerogotimu seenaknya, tapi kau harus sesekali melawannya bahkan bila perlu kau membunuhnya dengan tega.